Klik x untuk menutup hasil pencarianCari di situs Artikel

Loading

You are hereDosa

Dosa


Tujuan Keselamatan: Kasih

Oleh: Ev. Margareth Linandi

Dalam Kejadian 1 dan 2 setelah Allah menciptakan langit dan bumi dan segala isinya, manusia diciptakan pada hari ke 6 dan hubungan manusia pertama Adam dan Hawa sangat baik dan dekat serta dosa belum dimulai.

Namun dalam kejadian 3:6-7 manusia jatuh dalam dosa karena Hawa menurut bujukan ular untuk makan buah dari pohon pengetahuan tentang yang baik dan jahat dan memutarbalikkan ucapan Allah yaitu dalam Kej 2:17 Allah berkata," jangan kamu makan buah itu nanti mati, akan tetapi dalam Kejadian 3:3 Hawa menambahkan larangan Allah," jangan kamu makan atau raba nanti kamu mati." Setelah peristiwa kejatuhan manusia dalam dosa, dosa makin berkembang:

Gereja Bersalah!!!

Oleh: Sefnat A. Hontong

Di sekitar kita, pada satu pihak ada banyak saudara yang tidak sehat, putus sekolah, tinggal di gubuk derita, tidak punya HP, TV, apalagi sepeda motor karena tidak beruntung menjadi orang yang banyak rejeki. Sementara pada pihak yang lain, ada juga beberapa saudara kita yang suka mabuk-mabukan, gunakan narkoba, jalan-jalan ke tempat ‘hiburan’ sebagai kebutuhan hidup karena bebas menggunakan duitnya. Paling banter dari semua itu adalah ternyata ada beberapa saudara lain yang menjadi preman, PSK, pengedar togel dan koruptor untuk membiayai hidupnya. Pertanyaan saya adalah: mengapa bisa begitu ya……?

Banyak orang sudah memberi jawab terhadap pertanyaan dan fenomena tersebut. Ada yang mengaitkannya dan berpendapat bahwa sebagian dari fakta di atas disebabkan oleh ‘dosa’ pribadi dan ‘dosa’ turunan. Dalam artian bahwa beberapa dari fenomena itu bisa terjadi karena ‘kutuk’ kepada orang-orang yang ‘tidak setia’ bahkan telah ‘melawan’ kebenaran tertentu yang diklaim sebagai kehendak Tuhan, misalnya: malas, tak peduli, tidak punya semangat wirausaha, apatis, dan konsumtif. Ada juga yang menegaskan bahwa beberapa perbuatan a-moral di atas bisa terjadi karena kurangnya pendidikan moral dalam keluarga, masyarakat, dll.

Dosa dan Masalah

Oleh: Yon Maryono

Pada saat kita berfikir tentang istilah pekerja maka tidak terlepas dari definisi orang yang melakukan pekerjaan untuk memperoleh penghasilan, dapat berupa gaji atau materi baik materi, uang maupun non materi. Tetapi bila istilah pekerja itu dikaitkan dengan PSK atau pekerja Seks Komersial, anda akan termenung benarkah istilah pekerja itu sama dengan definisi yang kita harapkan? Mengapa perbuatan percabulan atau perzinahan dikatagorikan pekerjaan sebagaimana profesi lainnya? Hal ini menunjukan bahwa tindak pelanggaran asusila yang merupakan perbuatan dosa dikemas menjadi pelanggaran yang merupakan masalah sosial.

Memaknai Dosa

Mencoba memahami pengertian dosa didasarkan Alkitab, maka segala pengertian dosa harus berlatar belakang pelanggaran manusia terhadap hukum Allah (1 Yohanes 3:4).

Tobat

pertobatanOleh: Pdp. Jafar J.I. Thamrin, S.Th.

Kita sering mendengar kata "tobat" dan "bertobat". Apa yang dimaksud dengan kata Tobat ini?

Tobat dalam kamus Bahasa Indonesia berarti: sadar dan menyesal akan dosanya dan berniat akan memperbaiki tingkah laku dan perbuatannya.

Dalam bahasa Ibrani tobat diartikan “Syub”: membalikan diri, memalingkan diri, kembali. Kata “Syub” memang tidak berarti apa-apa kalau tidak diikuti oleh kata “Nakas” yang berarti menyesal. Sedangkan dalam bahasa Yunani adalah "Metanoia", artinya berubah di dalam atau juga bisa diartikan secara bebas, berubah dari dalam.

Kubur Kosong

(1 Korintus 15)

Saya rasa pasal ini merupakan pasal yang paling penting dalam tulisan Paulus, terutama bagi orang-orang yang telah kehilangan seseorang dalam hidup ini. Tidak lama setelah orang-orang yang kita kasihi pergi, maka akan timbul pertanyaan, "Akankah kita bertemu dengan mereka lagi?" Paulus menjawab pertanyaan ini, dan memberikan suatu penghiburan yang dapat kita temukan dengan sangat jelas yang tidak dinyatakan dalam ayat lain. Ketika kita membaringkan orang-orang yang kita kasihi yang telah pergi, adalah suatu penghiburan ketika kita mengetahui bahwa kita akan bertemu dengan mereka lagi dalam waktu yang tidak lama.

Belajar dari Yohanes Pembaptis!

Oleh: Hwian Christianto

Namanya mungkin muncul hanya beberapa adegan dalam cerita Injil. Nama "Yohanes" pun saat itu demikian populernya sehingga setiap orang tua yang memiliki anak rindu untuk memberi nama Yohanes pada anaknya. Namun Yohanes yang satu ini sangat istimewa. Rasul Petrus dalam injil Markus-nya mensaksikan permulaan Injil itu dari pelayanan seseorang yang dinubuatkan oleh Nabi Yesaya, dia-lah utusan Raja yang bertugas untuk mempersiapkan jalan untuk Tuhan! Senada dengan Petrus, Lukas mencatatkan dalam Injil-nya suatu karya agung dari Allah yang membentuk sebuah panitia penyambutan bagi Anak-Nya sebelum datang ke dunia. Bermula dari mujizat kelahiran Yohanes dari sepasang suami-istri yang di vonis mandul karena faktor usia menjadi bukti awal, Allah menepati janjiNya. Dengan kacamata berbeda Matius pun menggaris bawahi peran Yohanes sebelum Yesus datang dan melayani. Yohanes, bekas muridnya pun menuliskan sosok sang guru sebagai orang yang tegas dalam mengabarkan berita pertobatan.

Kwalifikasi Perubahan Iman Kristen

Oleh: Charles Ndaomanu

Efesus 4:20-24 dengan penekanan di ayat 22. Di bagian ini kita akan mempelajari tentang konsep perubahan dari manusia lama menuju manusia baru. Seperti yang dikatakan dalam ayat 20 yaitu, "Tetapi kamu bukan demikian," yang berarti ada satu perubahan dari kondisi yang lama menuju pada kondisi yang baru. Dari kondisi belum mengenal Tuhan menjadi kondisi yang sesuai dengan Firman dan mengerti serta mengenal Tuhan secara tepat. Kalau kita boleh kembali pada pengajaran dan mendapatkan kebenaran yang nyata dalam Kristus, itu bukan karena kemampuan diri kita sendiri tetapi karena Tuhan masih berbelas kasihan pada kita.

Bangunlah dan Berjalanlah

Oleh:Salohcin

Yohanes 5:1 9 & 14

  • 5:1 Sesudah itu ada hari raya orang Yahudi, dan Yesus berangkat ke Yerusalem.

  • 5:2 Di Yerusalem dekat Pintu Gerbang Domba ada sebuah kolam, yang dalam bahasa Ibrani disebut Betesda; ada lima serambinya

Pengertian tentang Lahir Baru

Oleh: Wiempy

Pengertian tentang Lahir Baru menurut Alkitab akan saya uraikan dibawah ini.

Seseorang yang sudah benar-benar lahir baru, yang diberikan sebagai "kasih karunia" (anugerah) dari Tuhan tidak dapat menahan kuasa kasih karunia Tuhan untuk menyelamatkannya. Dan Tuhan akan menyelamatkan semua orang2 pilihan yang ingin Ia selamatkan, dan tidak satu orangpun yang dapat menghalangi rencana Tuhan. Yesus berkata di Yohanes 10:27-29:

Menuding

Oleh: Bagus Pramono

Manusia itu menjawab: "Perempuan yang Kautempatkan di sisiku, dialah yang memberi dari buah pohon itu kepadaku, maka kumakan." Kemudian berfirmanlah TUHAN Allah kepada perempuan itu: "Apakah yang telah kauperbuat ini?" Jawab perempuan itu: "Ular itu yang memperdayakan aku, maka kumakan." (Kejadian 3:12-13)

Tinggalkan Komentar